_____________________________________________________________________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________________________________________________________________

cuaca

$province_id = substr(trim(strip_tags(@$_GET['province_id'])), 0, 2); require('lib/bmkg.php'); $bmkg = new BMKG(); $data = $bmkg->weather($province_id); header('Content-Type: application/json'); header('Access-Control-Allow-Origin: *'); echo json_encode($data, JSON_PRETTY_PRINT);
Tampilkan postingan dengan label METEO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label METEO. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2013

PESAWAT PRODUKSI DALAM NEGERI

Di dunia penerbangan Indonesia boleh berbangga karena sampai saat ini Indonesia negara satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang sudah mampu memproduksi pesawat sendiri. Adalah Prof. Dr. -Ing.

Bacharuddin Jusuf Habibie (Einstein nya indonesia Menurut gw) yang mempeloporinya melalui   Industri Pesawat Terbang Nurtanio (26 April 1976). Di tahun 1985 naanya di ubah menjadi Indusri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Dimasa kejayaannya IPTN mampu membuad mencengangkan dunia dengan Berhasil terbangnya esawat Gatotkoco (N250). Namun krisis yang melanda tanah air berdampak buruk pada industri Pesawat tersebut. Pesawat N250 atau dengan nama Gatotkoco  dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire. Pada 24 Agustus 2000 ITN berubah nama kembali menjadi PT. Dirgantara Indonesia (DI).


Selain membangkitkan kembali rancangan N250, PT DI juang telah berhasi memproduksi pesawat terbang lainya, diantaranya ebagai berikut:

CN 23 5220 MPX

NC212 200 Sipil

NC212 200 Militer








C212 400











NC212 200










BELL 412EP

Sipil

Militer






FLAYER NAS332 SUPER PUMA

Sipil

Militer







Selasa, 07 Mei 2013

GERHANA MATAHARI CINCIN 9-10 MEI 2013


informasi ini didapatkan dari : http://data.bmkg.go.id/share/Dokumen/gmc_9_10_mei_2013.pdf



Gerhana Matahari adalah adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya. Pada tahun 2013 ini telah diprediksikan terjadi 5 (lima) kali gerhana, yaitu 2 (dua) kali gerhana Matahari dan 3 (tiga) kali Gerhana Bulan. Gerhana Matahari tersebut adalah berupa Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang terjadi pada 9-10 Mei 2013 dan Matahari Cincin (GMC) yang terjadi pada tanggal 3 November 2013. Adapun Gerhana Bulan yang terjadi adalah Gerhana Bulan Sebagian yang terjadi pada tanggal 25 April 2013, Gerhana Bulan Panumbra tanggal 25 Mei 2013 dan Gerhana Bulan Penumbra yang terjadi pada tanggal 18-19 Oktober 2013.
Berdasarkan informasi dari |BMKG , gerhana matahari cincin terjadi pada tanggal  9-10 Mei 2013. adapun gambaranny aadalah sebagai berikut.


Sebagaimana terlihat, Gerhana tersebut dapat diamati di Samudra Pasifik, Australia, Singapura, Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) dan Filipina bagian Selatan. Di Australia dan Pasifik akan mengalami gerhana Matahari Cincin. Sementara di Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) akanberupa Gerhana Matahari Sebagian (GMS) pada tanggal 10 Mei 2013 pagi hari. Proses global fase-fase GMC adalah sebagai berikut:

Gerhana mulai : 21 25.1 UT
Gerhana Cincin mulai : 23 32.6 UT
Puncak Gerhana : 00 19.6 UT
Gerhana Cincin berakhir : 02 17.8 UT
Gerhana berakhir : 03 25.3 UT

Adapun waktu untuk setiap fase di setiap lokasi bisa berbeda dengan waktu-waktu di atas, karena hal
ini bergantung pada posisi lokasi pengamat di permukaan Bumi dan posisi Bulan dan Matahari relatif
terhadap posisi pengamat tersebut. Untuk wilayah Indonesia, waktu kejadian gerhana tersebut dapat 
dilihat pada tabel 1.




Keterangan:
– : Matahari masih di bawah horizon (belum terbit) pada saat fase gerhana tersebut berlangsung di kota
bersangkutan.

Informasi didapatkan dari: http://data.bmkg.go.id/share/Dokumen/gmc_9_10_mei_2013.pdf
Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG
Gedung Pusat Pelayanan Data dan Informasi Lantai 3
Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720
Telepon : (021) 4246321 ext. 3309
Email : gtw@bmkg.go.id